Skip to main content

Ngopi Bagian Hidup Kami


Kopi apa pun kami suka, kopi dari kota mana pun kami cinta. Asal namanya kopi, ya insyaallah kami gandeungi. Termasuklah kopi halus yng saya dapat dari cara java Coffee culture di Surabaya beberapa bulan silam.

Kopinya harum, dengan kemasan yang unik. Karena bentuknya wadah bulat dengan tutup buku yang aman, kami tak perlu mengkhawatirkan kopi bakal tumpah. Habis mengambil, lngsung ditutup tanpa rasa takut atau cemas bakal bocor seperti di pouch.

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Yudi Efrinaldi Bersama Es Gak Beres Memberdayakan Ekonomi Masyarakat

Di tengah hiruk pikuk jalanan Kisaran, Asahan, Sumatra Utara, seringkali kita hanya melihat sebuah gerobak sebagai titik singgah sesaat atau tempat kita menukar lembaran rupiah dengan pelepas dahaga. Tapi bagi Yudi Efrinaldi, gerobak adalah garis start . Sebuah rombong kecil tempat dia menyambut nasib baiknya, yang ironisnya, bermula dari sebuah label: Gak Beres. Dari gerobak sederhana, Es Gak Beres telah mengubah jalan hidup Yudi. (Sumber: Viva) Gak Beres bukan sembarang label. Itu adalah pengakuan jujur, atau mungkin juga makian, yang kini bertengger gagah sebagai merek dagang dengan hampir 500 cabang se-Indonesia. Ini adalah kisah tentang the power of kepepet . Kisah tentang seorang mantan pegawai honorer yang dulu dipaksa oleh keadaan finansial, sebuah desakan yang kerap disebut tekanan ekonomi untuk beranjak dari zona nyaman, menjemput rezeki di bawah terik matahari, dan membuktikan bahwa kegagalan hanyalah bumbu dalam resep kesuksesan. Gerobak Pertama dan Sebuah Celetukan Yud...

Langkah Kevin Gani Bersama Garda Pangan; Menyelamatkan Makanan Sisa yang Menghidupkan Asa

Siang itu di Surabaya, aroma nasi hangat tengah bercampur dengan udara lembap yang keluar dari dapur-dapur restoran. Di balik kesibukan para juru masak yang menyiapkan hidangan untuk tamu, ada tumpukan piring yang belum sempat tersentuh, roti yang mulai mengeras, dan lauk yang sudah kehilangan segarnya. Sebagian besar akan berakhir di tempat sampah bersama sisa-sisa makanan lain menunggu nasib yang sama. Kevin Gani bersama Garda Pangan menyelamatkan makanan demi kehidupan. (Sumber: tempo.co) Namun bagi Kevin Gani, pemandangan seperti itu bukan hal yang bisa dibiarkan. Ia mengungkapkan bahwa sampah makanan itu bukan sekadar sisa, tetapi potret ketimpangan. Pria yang berkantor di Yayasan Garda Pangan, Surabaya Barat itu merasa miris. Dari caranya menatap makanan-makanan itu memperlihatkan satu hal: empati yang begitu dalam. Kevin adalah Ketua dan Koordinator Program Relawan Garda Pangan, sebuah yayasan yang sejak 2017 mengubah cara orang memandang makanan berlebih. Ia dan timnya mengum...

Langkah Elmi Sumarni Ismau Bersama GARAMIN Menggerakkan Dunia yang Lebih Inklusif

Pagi itu, angin laut Kupang bertiup lembut membawa aroma asin bercampur debu jalanan. Di sebuah ruangan sederhana yang dindingnya penuh coretan spidol warna-warni, Elmi Sumarni Ismau menatap layar laptopnya dengan serius. Di sampingnya, sebuah kursi roda terparkir dalam keheningan yang menjadi saksi dari perjalanan panjang dan telah membentuk dirinya menjadi sosok yang tangguh sekaligus lembut hati. Elmi Sumarni Ismau sosok difabel asal Kupang, NTT pendiri GARAMIN NTT. (Sumber: idntimes) Elmi, bukan hanya seorang perempuan penyandang disabilitas. Ia juga adalah penggerak, jembatan sekaligus suara bagi mereka, para difabel di Nusa Tenggara Timur, yang sering kali tak terdengar di tengah riuhnya pembangunan. Dari ruang kecil di Kupang itulah, Elmi bersama kawan-kawannya membangun sebuah gerakan bernama GARAMIN NTT sebuah Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi. Sebuah inisiatif yang lahir dari keyakinan sederhana tetapi kuat bahwa setiap manusia, dengan segala keter...