Di tengah hiruk pikuk jalanan Kisaran, Asahan, Sumatra Utara, seringkali kita hanya melihat sebuah gerobak sebagai titik singgah sesaat atau tempat kita menukar lembaran rupiah dengan pelepas dahaga. Tapi bagi Yudi Efrinaldi, gerobak adalah garis start . Sebuah rombong kecil tempat dia menyambut nasib baiknya, yang ironisnya, bermula dari sebuah label: Gak Beres. Dari gerobak sederhana, Es Gak Beres telah mengubah jalan hidup Yudi. (Sumber: Viva) Gak Beres bukan sembarang label. Itu adalah pengakuan jujur, atau mungkin juga makian, yang kini bertengger gagah sebagai merek dagang dengan hampir 500 cabang se-Indonesia. Ini adalah kisah tentang the power of kepepet . Kisah tentang seorang mantan pegawai honorer yang dulu dipaksa oleh keadaan finansial, sebuah desakan yang kerap disebut tekanan ekonomi untuk beranjak dari zona nyaman, menjemput rezeki di bawah terik matahari, dan membuktikan bahwa kegagalan hanyalah bumbu dalam resep kesuksesan. Gerobak Pertama dan Sebuah Celetukan Yud...

Comments
Post a Comment